Jumat, 08 November 2013

Berkendara Aman Mulai Dijamurkan




 Forum Wartawan Otomotif (FORWOT), pada Jumat, 13 September 2013, kembali menggelar kegiatan touring sepeda motor yang diikuti sekitar 20 sepeda motor dari berbagai media.

Touring kali ini terselenggara berkat dukungan Adira Insurance, melalui Road Safety Campaign 'I Wanna Get Home Safely!'. Event ini sendiri merupakan kampanye yang diprakarsai oleh Autocillin - Adira Insurance sejak tahun 2010 lalu.

Kegiatan touring wartawan otomotif sekaligus kampanye aman berkendara ini, dilepas oleh Direktur Bisnis Adira Insurance, Donni Gandamanna, dan disaksikan oleh Kombes Pol Drs. Ahsanul Rozimi serta Kaden PJR Mabes Polri. Upacara pelepasan tersebut bertempat di kantor Pusat Adira, Menteng Jakarta Pusat.

Kegiatan touring menuju kawasan Cisarua, Bogor ini, diisi pula dengan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility), yang membagikan peralatan safety berkendara kepada Satuan Polisi Lalu Lintas yang ada di Pos Lantas Gadog, Bogor.


Sumber : Otosia.com

Senin, 07 Oktober 2013

Sebar Virus Berkendara Aman




Ribuan kendaraan (kurang lebih 7.500 peserta) terlihat bergerak dari Candi Borobodur Jawa Tengah. Dengan kecepatan maksimum 40 km/h, para peserta reli mencapai garis finish di Candi Prambanan dengan jarak tempuh sejauh 50 km.

Diikuti berbagai elemen masyarakat, dari pengantar pos, tukang ojek, TNI-Polri hingga klub motor dan mobil seluruh Indonesia ikut memeriahkan acara reli ini.

Dalam rangka kampanye Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, Kepolisian Republik Indonesia dipimpin Wakapolri Komjen Pol Drs Nanan Soekarna, menyelenggarakan reli wisata Borobudur-Prambanan, beberapa waktu yang lalu.

Ribuan peserta sebelumnya bergerak dari Candi Borobodur Jawa Tengah. Dengan kecepatan maksimum 40 km/jam, para peserta reli mencapai garis finish di Candi Prambanan, dengan jarak tempuh sejauh 50 km.

Karena diikuti ribuan peserta, reli pariwisata ini akhirnya masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai reli wisata dengan jumlah peserta terbanyak.

Kegiatan Parade Reli Wisata ini digelar Ditlantas Polda Jawa Tengah, Minggu (7/7) sebagai bentuk Kampanye Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke 67.

Wakapolri Komjen Pol Drs Nanan Soekarna ikut melepas para peserta reli wisata ini, bersama Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Dwi Priyatno.

Beliau menyatakan bahwa acara ini merupakan kampanye keselamatan berkendara yang akan terus menerus dan tanpa kenal lelah di lakukan di seluruh penjuru Indonesia untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Parade reli wisata yang digelar Ditlantas Polda Jawa Tengah ini patut diapresiasi sebagai kebutuhan. Guna memberikan pendidikan kepada masyarakat agar berperilaku tertib di jalan raya, terang Nanan Soekarna, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI).

Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas merupakan wujud pelaksanaan Decade of Action for Road Safety (DoA) 2011-2020, yang dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dan diperkuat oleh Inpres No 4/ 2013. Ada lima pilar aksi bagi program keselamatan berlalu lintas di jalan.

Dalam pilar keempat disebutkan, untuk menjaga keselamatan pengguna jalan aksi yang dilakukan diantaranya mempertahankan atau meningkatkan upaya penegakkan hukum, meningkatkan kesadaran publik dan kampanye keselamatan berlalu lintas oleh para pemangku kepentingan.

Menurut Nanan kegiatan Reli Pariwisata ini juga sebuah aksi untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat sekaligus meningkatkan potensi pariwisata di Jawa Tengah.

Indonesia itu sangat indah, bukan saja alamnya yang mempesona, tapi juga masyarakatnya. Lihat saja peserta reli ini, mereka datang dari berbagai profesi dan kalangan. Tapi mereka bersatu dengan satu tujuan, menjadi pelopor keselamatan berlalu-lintas. Ujar Nanan.

Dan mereka bangga menepuk dada sambil berucap: Saya Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas. Bayangkan jika elemen masyarakat Indonesia lainnya, bersatu, saya yakin akan membuat negeri ini menjadi kuat dan menjadi pelopor diberbagai bidang di kawasan Asia Tenggara, Sambungnya.


Sumber : Otosia.com

Kamis, 19 September 2013

Yamaha Safety Riding Untuk Anak






Kasus kecelakaan Dul, anak musisi Ahmad Dhani, menjadi pintu wacana bagi sejumlah pihak untuk kembali menyadari seringnya kejadian kecelakaan terkait kendaraan bermotor yang melibatkan anak di bawah umur atau belum memiliki surat izin mengemudi.

Namun dalam hal ini Yamaha coba menukil peluang bahwa bukan berarti berkeras kepada mereka, melainkan justru memberi edukasi berupa safety riding."Yamaha memberi terobosan baru bahwa safety riding tidak dimulai dari umur dewasa. Yamaha memberikan kid riding bagi umur 6 tahun sampai 12 tahun," ujar Dyonisius Beti, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Bandung.

Yamaha Safety Riding Science for KidsTentunya bukan langsung memberikan sepeda motor kepada anak-anak ini, melainkan berupa kendaraan bermotor roda dua yang sudah disesuaikan untuk usia tersebut."Jadi anak-anak harus diajari bagaimana cara berkendara yang benar. Tetapi memakai motor yang benar-benar dibuat untuk anak-anak. Jadi kaki anak-anak umur enam tahun itu dijamin sampai dan semua dijamin aman," tambah Dyon.Semakin meriah, Yamaha bekerja sama dengan band yang sedang menjadi tren di kalangan remaja saat ini, yakni Noah. Mereka diikat kontrak pada 2013. Dengannya, diharapkan Noah dalam memuluskan program tersebut.


umber : Otosia.com

Minggu, 25 Agustus 2013

Ekstremnya Anak SD berkendara Part 3




5. Sendiri


Untuk siswa mengendarai sepeda motor sendirian untuk menuju tempat belajar. Memang terlihat begitu lenggang dan tidak membahayakan, tapi secara kebijakan belum dizikan untuk mengendarai kendaraan bermotor.

6. Cewek


Dua siswi ini berboncengan dengan mengendarai motor Yamaha Mio matic, tanpa menggunakan helm mereka melaju di jalanan yang padat kendaraan. Hal ini pastinya cukup membahayakan bagi mereka.


Sumber : Otosia.com

Jumat, 12 Juli 2013

Ekstremnya Anak SD berkendara Part 2



3. Persiapan




Meski belum terlihat secara jelas dalam foto siswa sekolah dasar ini mengendarai sepeda motor, namun dari posisi yang tampak diperkirakan mereka akan berangkat ke sekolah dengan motor tersebut.


4. Nekad





Tidak peduli kepadatan kendaraan, anak ini mengantar adiknya untuk berangkat ke sekolah. Secara usia masih ditingkat sekolah dasar dan mengendarai sepeda motor jalur yang ramai, bisa membahayakan bagi keduanya  dan pengendara lain.


Sumber : otosia.com

Minggu, 23 Juni 2013

Ekstremnya Anak SD berkendara Part 1



1. Rangkap Tiga





Dalam usia yang dianggap belum cukup, untuk memiliki surat izin mengemudi tapi bagi mereka mengendarai sepeda motor sepertinya sudah biasa, terlihat dari bentuk boncengan yang sudah mencapai tiga orang.


2. Asal Muat






Empat bocah sekolah dasar ini malah berboncengan dengan cerianya. Justru mereka merangkap boncengan sampai empat. Kemudian untuk plat nomor motornya juga belum ada.




Sumber : otosia.com

Senin, 10 Juni 2013

Mobil Irit BBM



5. BMW 116i 2011




City car asal Jerman ini juga telah melakukan banyak pengembangan dalam teknologi mesin yang ramah lingkungan tapi bertenaga. Mobil ini juga telah mendapat bintang 5 dari Euro NCAP dalam hal keamanan kendaraan. Varian ini memiliki kapasitas mesin 1.600cc yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 136hp dengan memiliki torsi sebesar 220Nm.

Dengan performa mesin ini BMW 116i sanggup mencatatkan angka konsumsi bahan bakar rata-rata sebesar 5.6l/100km. Serta city car asal Jerman yang di bandrol harga Rp 530 jutaan ini mampu menghasilkan emisi gas buang CO2 sebesar 131g/km.


6. Suzuki Swift 2011




City car gesit dan lincah ini memiliki mesin kapasitas 1.5 liter dengan menggunakan teknologi VVT-i yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 100hp dan sanggup mengeluarkan torsi sebesar 143Nm. City car yang dibandrol dengan harga Rp 187 juta ini memiliki konsumsi bahan bakar cukup irit yaitu sekitar 5.2l/100km.


7. Hyundai i10 2011





City car asal Korea, Hyundai i10 ini banyak disukai oleh kalangan anak muda dan juga para kaum ibu rumah tangga. Dengan model yang kecil ini sangat cocok digunakan dalam kota yang memiliki lalu lintas yang padat. Dengan mengandalkan mesin kapasitas 1.2 liter SOHC sanggup menghasilkan tenaga sebesar 87hp dan torsi 119Nm. Dengan performa mesin ini sanggup menghasilkan konsumsi bahan bakar rata-rata 5l/100km.


8. KIA Picanto 2012



Sama halnya dengan i10, kedua city car asal Korea ini ternyata bersaing ketat dalam kelas yang sama. Karena sama-sama memiliki kapasitas mesin 1.2 liter, hanya saja KIA lebih unggul karena menggunakan sistem mesin DOHC yang sanggup menghasilkan tenaga 88hp dengan torsi 120Nm. Dengan tenaga lebih besar 1hp tapi bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar rata-rata 4.9l/100km.


9.BMW 320d 2012





Nah, inilah sang jawara mobil yang mampu menghasilkan bahan bakar irit. Dari data yang didapatkan dari pihak BMW, seri 3 terbaru ini akan mengandalkan mesin diesel 2.0 liter yang dilengkapi TwinPower Turbo yang merupakan teknologi terbaru BMW saat ini.

Mungkin banyak orang beranggapan mesin yang menggunakan perangkat turbo akan menjadikan mobil semakin boros bahan bakar. Tapi bagi BMW malah sebaliknya, dan hal ini juga sebagai bukti mesin diesel mampu menghasilkan emisi gas buang CO2 yang lebih rendah dan irit bahan bakar di tangan BMW.

New BMW 320d seharga Rp 700 jutaan ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 163hp dengan kata lain mengalami penurunan dari generasi sebelumnya yang memiliki tenaga 184hp. Tapi dengan penurunan daya serta menggunakan teknologi EfficientDynamics Edition serta ECO PRO yang sudah dibenamkan di dalamnya mobil sedan mewah ini sanggup menghasilkan konsumsi bahan bakar rata-rata 4.1l/100km. Dengan kata lain dalam satu kali isi penuh bahan bakar mobil ini sanggup menempuh jarak 1.375km.



Sumber : otosia.com